Banyak pengusaha pemula maupun penikmat kopi yang bertanya-tanya, sebenarnya cafe termasuk bidang usaha apa? Ketika ingin merintis bisnis kedai kopi atau sekadar memahami industrinya, kejelasan mengenai klasifikasi bisnis, legalitas, hingga model operasional sangat krusial agar arah pengembangan usaha menjadi tepat sasaran.
Secara umum, cafe masuk ke dalam rumpun jasa penyediaan makanan dan minuman (food and beverage services). Namun, dalam lanskap industri kopi modern saat ini, batas antara penyedia seduhan siap minum dan produsen biji kopi olahan makin dinamis—terutama dengan berkembang pesatnya konsep coffee roastery yang memadukan industri pengolahan dengan kedai kopi.
Bagi penikmat seduhan harian yang ingin menikmati kesegaran biji kopi langsung dari pemanggangnya, Anda bisa langsung shop direct on Arutala Store untuk mendapatkan aneka varian single-origin dan signature blend dengan profil sangrai optimal.
Cafe Termasuk Jenis Usaha Apa Berdasarkan KBLI?
Di Indonesia, setiap legalitas dan perizinan berusaha berbasis risiko (OSS-RBA) wajib merujuk pada standar Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Penentuan kode KBLI untuk cafe sangat bergantung pada fokus menu, fasilitas tempat, dan aktivitas operasional yang dijalankan.
Berikut adalah beberapa kode KBLI yang paling relevan untuk bisnis cafe dan kopi:
- KBLI 56303 (Rumah Minum/Kafe): Ditujukan untuk usaha yang kegiatan utamanya menyajikan aneka minuman (kopi, teh, jus, mocktail) di tempat permanen dengan suasana santai dan hidangan pendamping sederhana. Merujuk pada panduan KBLI 56303, klasifikasi ini merupakan pilihan standar bagi kafe modern berkonsep hangout, third place, maupun ruang kerja komunal (co-working space).
- KBLI 56103 (Kedai Kopi): Digunakan khusus untuk unit usaha yang fokus utamanya menjual seduhan kopi siap minum dengan sajian makanan kudapan ringan.
- KBLI 56101 (Restoran): Dipilih jika cafe tersebut menyajikan porsi makanan berat (main course) yang setara atau lebih dominan dibanding menu minumannya, lengkap dengan fasilitas dapur komersial.
- KBLI 10761 (Industri Pengolahan Kopi): Wajib dimiliki apabila unit usaha melakukan proses sangrai biji kopi (coffee roasting) secara mandiri dalam skala produksi terstruktur.
Dalam praktiknya, satu entitas bisnis bisa memiliki lebih dari satu kode KBLI. Sebagai contoh, sebuah unit bisnis roastery-cafe dapat menggabungkan KBLI 56303 (penyajian minuman), KBLI 10761 (pengolahan kopi), serta KBLI 47222 (perdagangan eceran kopi kemasan).
Perbedaan Cafe, Coffee Shop, dan Coffee Roastery
Istilah cafe, coffee shop, dan roastery kerap tertukar dalam percakapan sehari-hari. Walaupun sama-sama berkutat di dunia F&B, ketiganya memiliki fokus nilai dan rantai operasional yang berbeda:
| Aspek Pembeda | Cafe | Coffee Shop | Coffee Roastery |
|---|---|---|---|
| Fokus Utama | Suasana, pengalaman sosial, & variasi menu F&B | Seni seduhan kopi & minuman racikan khusus | Penyangraian, kurasi rasa, & pengolahan biji |
| Model Usaha | Jasa F&B (konsumsi di tempat) | Jasa F&B (dine-in & takeaway) | Manufaktur & distribusi (B2B dan B2C) |
| Peralatan Inti | Mesin espresso, dapur masak lengkap | Mesin espresso komersial, manual brew tools | Mesin roasting, mesin packing, lab cupping |
| Target Pasar | Konsumen umum, keluarga, komunitas | Pecinta kopi, mahasiswa, pekerja lepas | Pemilik kedai kopi, barista, & home brewer |
Sebagaimana diulas dalam ulasan mengenai perbedaan coffee shop dan coffee roastery, letak perbedaan terbesarnya ada pada posisi mata rantai pasokan. Coffee shop berfokus pada teknik ekstraksi dan pelayanan segelas minuman, sedangkan roastery bertanggung jawab atas transformasi rasa dari biji mentah (green beans) menjadi biji matang (roasted beans).
Memahami Konsep Coffee Roastery Modern
Dalam era gelombang ketiga kopi (third wave coffee), konsep coffee roastery menjadi tulang punggung standar rasa industri kopi. Roastery modern tidak hanya memproduksi komoditas, melainkan mengedepankan presisi rasa melalui beberapa pilar utama:
- Kurasi dan Sourcing Biji Mentah: Memilih green beans berkualitas tinggi langsung dari petani atau koperasi lokal dengan memperhatikan varietas, elevasi tanam, dan metode proses pascapanen (washed, natural, honey, atau anaerobic).
- Pengembangan Profil Sangrai (Roast Profiling): Menentukan kurva pemanggangan yang tepat melalui uji sensori (cupping) berkala guna memunculkan keasaman (acidity), aroma floral, atau body terbaik dari tiap biji kopi.
- Formulasi Racikan (Signature Blend): Memadukan karakter Arabika dan Robusta pilihan secara seimbang untuk kebutuhan espresso base kedai kopi modern, seperti racikan espresso bercita rasa manis-seimbang maupun varian Robusta murni berkarakter tebal.
- Distribusi Segar Langsung ke Konsumen: Memastikan biji kopi sampai ke tangan pembeli tepat pada masa puncak kematangan rasa (peak flavor window) setelah fase pelepasan gas (degassing).
Tip bagi para penyeduh rumahan: setiap transaksi di store.arutalacoffee.com otomatis menghasilkan Arutala Points yang dapat dikumpulkan dan ditukar dengan produk kopi gratis maupun diskon belanja berikutnya.
Kesimpulan
Cafe secara legalitas dan operasional diklasifikasikan sebagai bidang usaha jasa penyediaan makanan dan minuman (KBLI 56303 atau 56103). Namun, kolaborasi antara operasional kedai kopi dan keahlian coffee roastery modern telah meningkatkan standar kualitas kopi di Indonesia secara menyeluruh—mulai dari hulu pengolahan biji hingga hilir penyajian di cangkir.
Bagi penikmat kopi yang rutin menyeduh sendiri di rumah, membeli langsung dari penyangrai memastikan kesegaran biji kopi tetap terjaga optimal setiap hari.
Rutinitas Ngopi Harian, Makin Banyak Reward
Jika menyeduh kopi sudah menjadi rutinitas harian Anda, belanja langsung di Arutala Store memberi keuntungan lebih. Setiap pesanan otomatis mendapatkan Arutala Points yang siap ditukar dengan kopi gratis, potongan harga, dan promo eksklusif member. Start earning → · Lihat katalog reward




